Bukti Sulitnya Promosi ke Liga Profesional Inggris

Mungkin kalian tidak akan setuju dan merasa berlebihan jika kami menyebut laga antara Wrexham vs Notts County sebagai salah satu pertandingan paling epic yang terjadi di musim ini. Maklum saja, keduanya hanyalah tim yang berlaga di National League atau liga kasta kelima dalam piramida sepak bola Inggris.

Akan tetapi, meski terjadi di divisi 5, pertandingan antara Wrexham dan Notts County memang tersaji begitu sengit. Konon, tiket pertandingan ini bahkan terjual 3 kali lipat dan mendapat atensi dari ribuan penonton yang menyaksikan lewat layar kaca, membuat animo laga antara Wrexham vs Notts County terasa seperti sebuah laga final.

Laga pekan ke-43 yang terjadi pada 10 April lalu itu bahkan bisa dibilang tersaji bak film box office.

Duel Epic Wrexham vs Notts County

Laga antara kedua tim pada 10 April lalu menjadi sebuah laga penentuan usai Notts County berhasil menyamai perolehan poin Wrexham. Padahal pada akhir Maret lalu, pelatih Notts County, Luke Williams, telah mengibarkan bendera putih dengan menyebut perburuan gelar telah berakhir usai ditahan imbang Barnet di pekan ke-39.

Namun, diluar dugaan, Notts County berhasil meraih 3 kemenangan beruntun. Di sisi lain, Wrexham hanya meraih 2 kemenangan dan 1 kekalahan. Tumbangnya Wrexham 3-1 di kandang Halifax membuat Notts County berhasil menyamai perolehan poin Wrexham di puncak klasemen.

Meskipun Wrexham dan Notts County sama-sama telah mengumpulkan 100 poin dan telah mencetak 106 gol, tetapi Notts County berhak atas puncak klasemen berkat kemenangan head-to-head. Persaingan ketat kedua tim juga dibuktikan dengan hadirnya pencetak gol terbanyak divisi dalam diri Macaulay Langstaff dengan 41 gol untuk Notts County dan Paul Mullin dengan 34 gol untuk Wrexham.

Di laga ini, Notts County datang ke markas Wrexham dengan head-to-head yang lebih baik. Dalam 7 pertandingan terakhir, Notts County unggul dengan 4 kemenangan berbanding 1 kemenangan milik Wrexham.
Meski berat sebelah, tetapi laga yang digelar di Racecourse Ground itu diprediksi bakal berjalan sengit dan berimbang. Sebab, jika mampu meraih kemenangan di kandangnya sendiri, Wrexham akan kembali mengkudeta Notts County.

Benar saja, sejak menit pertama, laga sudah berjalan sengit. Namun, sang tamu Notts County berhasil unggul 0-1 jelang berakhirnya babak pertama lewat gol John Bostock. Wrexham langsung membalas ketika laga babak kedua baru berjalan lima menit. Adalah Paul Mullin yang membawa Wrexham menyamakan skor.

Klub berjuluk The Red Dragons itu akhirnya berbalik unggul di menit ke-69 lewat gol Jacob Mendy. Namun, enam menit berselang laga kembali imbang usai Kyle Cameron mencetak gol untuk Notts County.

Skor sama kuat tak bertahan lama. Di menit ke-78 atau 3 menit setelah Notts County menyakaman kedudukan, Elliot Lee sukses mencetak gol dan membawa Wrexham kembali unggul 3-2.

Laga antara Wrexham vs Notts County kemudian mencapai klimaksnya di masa injury time babak kedua. Di menit ke-7 babak injury time, Notts County mendapat hadiah penalti yang berpotensi membuat laga kembali imbang. Di momen inilah, kiper kawakan Inggris berusia 40 tahun, Ben Foster tampil menjadi pahlawan tuan rumah. Mantan kiper West Bromwich Albion itu sukses menepis eksekusi penalti.

Laga dramatis itu pun dimenangkan Wrexham AFC dengan skor 3-2. Sebuah kemenangan krusial yang membuat The Red Dragons kembali ke puncak klasemen Liga Nasional dengan koleksi 103 poin.

Koleksi Lebih dari 100 Poin, Wrexham Otomatis Promosi, Notts County Harus Ikut Playoff

Laga antara Wrexham vs Notts County di pekan ke-43 itu seperti jadi akhir bagi persaingan kedua tim merebut singgasana National League. Di 3 pekan tersisa plus 1 laga tunda, Wrexham berhasil memetik 2 kemenangan dan 2 hasil imbang. Sementara itu, Notts County hanya meraih 2 kemenangan dan sekali imbang di 3 laga tersisa.

Hasil tersebut membuat Wrexham sukses mengakhiri musim ini dengan perolehan 111 poin. Capaian tersebut kemudian menjadikan Wrexham sebagai kampiun National League musim 2022/2023 sekaligus mematikan 1 tiket promosi ke League Two.

Kemenangan tersebut membuat Wrexham sukses mengakhiri penantian mereka selama 15 tahun lamanya. Promosi kembali ke League Two menandakan kembalinya The Red Dragons ke Liga Profesional Inggris.

Sementara itu, Notts County yang mengumpulkan 107 poin hanya berhak menghuni peringkat kedua. Meski telah mengumpulkan lebih dari 100 poin, tetapi klub berjuluk The Magpies itu tidak berhak lolos otomatis ke League Two dan harus memperebutkan 1 tiket promosi yang tersisa via jalur play-off bersama 5 tim lainnya.

Hasil akhir tersebut kembali membuktikan betapa kejamnya Liga Nasional dan betapa sulitnya menembus Liga Profesional Inggris. Sebab, klub yang bisa meraih lebih dari 100 poin dalam semusim kompetisi, pada umumnya berakhir menjadi juara. Namun, jangankan juara, Notts County yang sukses mengoleksi 107 poin hanya berakhir sebagai runner-up dan gagal lolos otomatis ke Liga Profesional Inggris.

Akhir tragis inilah yang membuat bintang hollywood sekaligus owner Wrexham, Ryan Reynolds tak kuasa menahan komentarnya. Bintang film “Deadpool” itu mempertanyakan sistem promosi Liga Nasional.

“Sangat gila bagi saya bahwa hanya satu yang naik secara otomatis. Saya pikir seharusnya kedua klub ini akan merayakannya bersama sekarang. Karena apa yang telah mereka lakukan tidak hanya menciptakan drama yang lebih besar dari apa pun yang Anda lihat di film, tetapi juga sesuatu yang saya pikir akan dibicarakan banyak orang untuk waktu yang lama,” kata Ryan Reynolds dikutip dari Goal.

Reynolds bukan satu-satunya stakeholder yang mempertanyakan sistem promosi Liga Nasional. Ketua tim Boreham Wood, Danny Hunter, juga menyatakan hal yang sama dan berharap agar ada perubahan.

“Saya tidak pernah berpikir saya akan menyaksikan dua tim fantastis seperti Wrexham dan Notts County, yang memiliki battle royale yang menarik seperti yang mereka miliki. Mereka telah meningkatkan profil kompetisi kami dan juga saling berhadapan satu sama lain selama musim yang tak terlupakan bagi kedua klub,” kata Danny Hunter kepada GOAL.

“Namun hanya satu yang dapat dipastikan akan naik ke puncak klasemen – yang sebenarnya adalah sebuah kegilaan yang lengkap. Sejujurnya ini adalah sebuah parodi bahwa kita hanya memiliki satu tempat promosi otomatis di tingkat Liga Nasional.”

Sistem Promosi-Degradasi Liga Nasional Inggris

Sebagai informasi, Sistem Liga Nasional terdiri dari divisi 5 hingga 10 dan dikelola oleh FA. Di bawah Sistem Liga Nasional, masih terdapat divisi 11 hingga divisi 20 yang berisikan banyak klub amatir yang berkompetisi di liga regional yang dikelola oleh FA tingkat daerah.

National League yang diikuti Wrexham dan Notts County sendiri merupakan divisi kelima dalam struktur liga sepak bola Inggris dan diikuti oleh mayoritas klub semi-profesional dan beberapa klub profesional. National League berisi 24 tim dan merupakan gerbang menuju EFL atau Liga Profesional Inggris.

Dalam peraturannya, 4 tim terbawah akan terdegradasi dan hanya disediakan 2 tiket promosi ke EFL League Two atau divisi 4 liga Inggris. Satu tiket promosi langsung bagi sang juara dan satu tiket playoff yang diperebutkan tim peringkat 2 hingga 7.

Babak playoff adalah pertandingan sistem gugur. Tim peringkat keempat akan berhadapan dengan tim peringkat ketujuh dan tim peringkat kelima berhadapan dengan tim peringkat keenam. Pemenang laga antara peringkat empat dan tujuh akan berhadapan dengan tim peringkat kedua di babak semifinal. Sementara pemenang laga antara peringkat kelima dan keenam sudah ditunggu tim peringkat ketiga. Pemenang laga semifinal nantinya akan saling berhadapan di laga final yang digelar di Wembley.

Sebenarnya penambahan tempat promosi sudah beberapa kali dibahas oleh National League. Namun, pada akhirnya aturan ini masih tetap dipertahankan. Situasi ini baru makin panas dan dianggap tidak adil setelah Wrexham dan Notts County membuat persaingan yang begitu ketat dan memecahkan rekor poin terbanyak dalam 1 musim Liga Nasional.

Alasannya sederhana. Batas promosi dan playoff inilah yang menjadi daya tarik dari National League. Terasa tidak adil memang melihat Notts County bersaing dengan tim semacam Bromley, Boreham Wood, Barnet, Woking, dan Chesterfield yang koleksi poinnya tak sampai 90.

Namun sekali lagi, inilah daya tariknya. Drama yang terjadi adalah bumbu pemanisnya. Selain itu, menambah tiket promosi bisa menimbulkan masalah, sebab para kontestan yang lolos ke League Two harus sudah siap 100% profesional, baik dari segi materi, pemain, hingga finansial.

Untungnya, Notts County berhasil menghindari akhir terburuk dalam sejarah. Di laga final playoff kontra tim peringkat ketiga, Chesterfield, Notts County berhasil menang dramatis.

Tertinggal 0-1 di babak pertama, The Magpies berhasil menyamakan kedudukan 3 menit jelang babak kedua berakhir. Di babak tambahan waktu, Chesterfield kembali unggul terlebih dahulu sebelum kembali disamakan Notts County.

Skor 2-2 membuat laga berlanjut ke adu penalti. Di babak adu tos-tosan, kiper cadangan Archie Mair jadi pahlawan kemenangan The Magpies setelah sukses menepis 2 sepakan penalti Chesterfield.

Inilah yang membuat laga playoff menjadi menarik dan inilah yang menjadi daya tarik National League. Percaya atau tidak, laga final playoff di Wembley tersebut ditonton langsung oleh 38.138 pasang mata. Bayangkan, sebuah laga antara klub divisi 5 Inggris mampu menyedot jumlah penonton yang begitu banyaknya.

Maka tak berlebihan rasanya melabeli persaingan di Liga Nasional musim ini bak film box office. Wrexham yang memenangi “laga final” secara dramatis dan Notts County yang menyusul rivalnya via jalur playoff juga dengan cara yang dramatis. Sungguh sebuah persaingan yang sangat menguras emosi dan musim depan rivalitas keduanya bakal berlanjut ke EFL League Two.


Referensi: Goal, BBC, How They Play, Goal, BBC.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *